Dwiswn’s Weblog

AY Dwi Suwarno’s Weblog

Pengalaman Operasi katarak

Posted by dwiswn on November 10, 2007

Sekitar dua-tiga tahun lalu saya merasa ada suatu kelainan penglihatan pada salah satu mata saya, dalam hal ini mata sebelah kanan. Kelainan tersebut adalah, apabila melihat melalui mata kanan saja, obyek yang nampak seakan-akan terhalang suatu lapisan tipis, semacam melalui kaca mata pengaman pada helm yang masih lumayan baru. Gangguan ini kurang saya perhatikan karena memang sejak dulu saya sudah berkacamata minus, selain itu juga tidak ada gangguan lainnya misalnya adanya rasa sakit atau nyeri, pusing, mata lelah dll. Beberapa bulan kemudian gangguan penglihatan pada mata kanan tersebut saya rasakan semakin besar, berupa seakan-akan melihat melalui kantung plastik atau kacamata helm yang berdebu. Akibatnya apabila melihat langsung lampu yang sedang menyala menjadi sangat menyilaukan. Betul betul sangat mengganggu khususnya pada saat mengemudikan mobil dimalam hari. Setelah berkonsultasi ke dokter mata, mata sebelah kanan dinyatakan kena katarak ringan. Oleh dokter saya diberi vitaman sari bilberry dan dua macam obat tetes, pertama untuk memperlambat atau mengurangi katarak, satunya lagi berfungsi memperlebar sementara kornea. Mata kanan saya yang buram kalau digunakan melihat menjadi terang dan bersih layaknya mata kiri saya apabila habis ditetesi obat mata yang kedua. Tentu saja saya merasa senang dan tenang, saat itu saya merasa bahwa permasalahan mata kanan saya sudah beres, layaknya mata yang sehat, kalau kena debu, kabur, gatal-gatal, merah, atau pedih gara-gara kemasukan sabun misalnya, tinggal ditetesi obat tetes mata biasa, langsung enak dan sejuk kembali. Selanjutnya, apabila obat tetes yang kedua tersebut habis, dengan mudah saya beli lagi ke apotik sambil membawa botol bekasnya, padahal seharusnya menggunakan resep dokter. Kondisi mata kanan saya yang buram ditetes bersih, buram ditetesi bersih ini berjalan cukup lama juga, sekitar satu tahun lebih. Dengan berlalunya waktu, ternyata obat tetes yang awalnya bisa membeningkan penglihatan tersebut sudah tidak mampu lagi. Mata yang habis ditetesi cuman sedikit bening saja, cahaya lampu mobil tetap menyilaukan dan sumber cahaya lampunya melebar. Akhirnya saya berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter lagi. Kali ini katarak pada mata kanan saya oleh dokter dinyatakan sudah matang, siap dioperasi.

Operasi katarak.

Yang dimaksudkan dengan katarak adalah berkurangnya kejernihan lensa mata, umumnya karena pertambahan usia. Lebih lanjut dapat dibaca di

http://www.cataract.com.sg/abtcat.htm.

Setelah menimbang berbagai sisi meliputi ketersediaan peralatan dan teknologi, reputasi dokter dan rumah sakit mata, serta biaya, saya merasa mantap operasi katarak di Rumah Sakit Undaan, Surabaya.
Sebagai persiapan awal sebelum operasi, tekanan bola mata, tekanan darah dan gula darah mutlak harus di normalkan dulu. Sejauh mana dianggap normal, untuk tekanan darah dan gula darah adalah yang sudah biasa kita kenal bersama melalu hasil pemeriksaan lab klinik, sedangkan mengenai tekanan bola mata, alat ukurnya hanya ada ditempat praktek dokter mata. Caranya, setelah ditetesi semacam obat tetes mata yang terasa agak pedih, tunggu sebentar, dokter menempelkan suatu alat ke bola mata saya, untuk kasus saya dokter menyatakan normal, artinya dari sisi tekanan bola mata, saya siap operasi.
Gula darah saya juga masih masuk dalam batas normal, sedangkan tekanan darah dinilai tinggi, yaitu saat di ukur di tempat praktek dokter mata, tekanan darah saya adalah 150/90, oleh sebab itu saya di rujuk ke dokter spesialis penyakit dalam. Karena nilai tekanan darah untuk orang berusia 50 an seperti saya masih dalam katagori agak tinggi saja, saya hanya diberi obat penurun tekanan darah yang ringan sebanyak 10 tablet diminum satu tablet sehari. Tiga hari kemudian saya kembali memeriksakan diri ke dokter mata untuk memeriksa ulang kondisi tekanan darah saya dan kalau sudah dinyatakan OK sekalian menentukan kapan dapat dilakukan operasi. Saat itu ternyata tekanan darah saya cukup baik, yaitu 140/80. sehingga pembicaraan dengan dokter bisa langsung menentukan kapan dapat dilakukan operasi disertai memberikan pendahulan penjelasan perihal beberapa paket operasi katarak yang tersedia. Saya memilih paket yang saat ini termasuk modern, yaitu sistem operasi katarak yang disebut “phaco emulsification” dan penggunaan lensa implant (lensa yang ditanam) yang bisa dilipat dulu (foldable lense) saat di tanamkan ke rumah lensa mata saya.
Keuntungan dari sistem ini adalah, sayatan untuk mengeluarkan lensa mata saya yang keruh cukup kecil saja sekitar 3 mm, caranya lensa mata saya diemulsikan lebih dulu sehingga hancur dan dapat dikeluarkan melalui sayatan kecil tersebut. Selanjutnya karena menggunakan lensa yang awalnya terlipat, lensa implant yang baru dapat langsung dimasukkan cukup melalui sayatan yang ada, tidak perlu dilebarkan lagi, alhasil karena sayatan yang ada cukup kecil tidak perlu dijahit dan penyembuhan lebih cepat. Di Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya, biaya untuk paket tersebut adalah 8.2 juta. Apabila dibandingkan operasi di Singapore (dapat dilihat dari link diatas) dengan sistem yang sama ternyata jauh lebih mahal, berkisar dua sampai empat kalinya.
Sebagaimana layaknya ganti kacamata, lensa pada mata manusia ternyata mempunyai ukuran yang berbeda-beda juga, oleh sebeb itu sebelum operasi, perlu dilakukan pengukuran lensa mata saya guna menentukan ukuran lensa implant berapa saja yang cocok. Dari hasil pemeriksaan, ternyata saya kurang beruntung karena ketersediaan lensa implant yang pas untuk saya di rumah sakit ini lagi kosong, jadi terpaksa menunggu kiriman sekitar dua hari. Oleh pihak rumah sakit saya dijanjikan akan ditelpon apabila lensa yang saya butuhkan sudah tiba. Benar juga, keesokan harinya saya ditelpon oleh rumah sakit bahwa lensa yang saya perlukan sudah datang. Oleh dokter dinyatakan operasi bisa dilakukan besok pagi jam 8.00 pagi, sedangkan saya harus hadir dua jam sebelumnya. Persiapan dirumah sebelum operasi tidak ada yang spesifik, makan seperti biasa saja.
Sesuai hari yang disepakati, jam 6.00 saya sudah hadir dirumah sakit. Tenggang waktu dua jam ini digunakan sebagai persiapan operasi meliputi pemeriksaan dan menormalkan tekanan darah, mencukur bulu mata dan melebarkan kornea melalui pemberian tetes mata. Dalam pemeriksaan, tekanan darah saya lebih baik dan normal dari sebelumnya, beberapa kali pengukuran menunjukkan 130/80. Selama itu saya disarankan tidur2an saja menunggu saat operasi diruang rawat inap, sementara itu baju dan celana untuk operasi warna hijau muda sudah saya kenakan. Sekitar seperempat jam sebelum operasi, saya dipanggil masuk ke dalam bangunan khusus operasi. Jarak kedua gedung yang menempel ini sekitar 20 an meter. Saya juga diharuskan menumpang kursi roda yang sudah disediakan walaupun sebenarnya saya rasakan tidak perlu. Saya lihat di lorong tersebut telah menunggu beberapa pasien lainnya. Ruang operasi disini rupanya cukup banyak juga, kelihatannya lebih dari lima ruangan. Sambil menunggu giliran, salah satu perawat yang saya sangat ramah memberi saya topi kain dan membantu memakaikannya dikepala saya, telinga kanan saya juga disumbat dengan kapas, gunanya adalah agar selama operasi dilakukan, aliran air peralatan selama operasi dilakukan tidak masuk ke telinga saya.
Tidak lama kemudian saya dipanggil serta dituntun secara sangat hati-hati oleh seorang perawat masuk keruang operasi.
Ruang operasi tersebut berukuran sekitar empat kali enam meter dengan posisi meja operasi di tengah-tengah. Saya perhatikan berbagai peralatan yang bergelantungan seputar meja atau tempat berbaring operasi seperti peralatan dokter gigi. Setelah disuruh berbaring, saya diselimuti sampai keleher, sementara itu tangan dan kaki tidak diikat dan tekanan darah tidak dimonitor seperti saat saya operasi usus buntu enam tahun yang lalu. Beberapa saat kemudian dokter masuk ruang operasi. Setelah basa-basi sebentar dengan saya, dokter melanjutkan berbicara dengan dua perawat yang membantu operasi, kelihatannya mengkonfirmasi kesiapan melakukan operasi. Setelah semuanya OK, saya disuntik pemati rasa satu kali pada sekitar atas pipi bawah kelopak mata kanan saya serta pada mata saya di tetesi obat tetes pemati rasa. Wajah saya kemudian ditutup dengan kain yang berlubang pada posisi mata yang akan dioperasi. Pengaruh obat pemati rasa terasa biasa saja, tidak terasa tebal seperti pemati rasa saat cabut gigi. Selama operasi saya tetap sadar, perasaan juga biasa saja. Saat operasi rupanya banyak menggunakan air yang membasahi sebagian punggung kanan saya. Ketidak nyamanan yang saya rasakan adalah akibat silaunya pandangan. Tahapan operasi yang meliputi penyayatan, pengeluaran lensa yang keruh serta penananam lensa baru, kalau tidak diberi tahu oleh dokter yang mengoperasi, saya tentulah tidak tahu, saat itu rasanya hanya cahaya silau lalu lalang di mata saya saja. Operasi ternyata cukup singkat saja, sekitar 20 menit sudah selesai, cepit pembuka kelopak mata dilepas, saya disuruh memejamkan mata untuk selanjutnya ditutup perban. Kembali saya dituntun secara lebih hati-hati oleh perawat keluar ruang operasi tetapi masih dibangunan utama operasi. Sambil duduk dengan mata yang habis dioperasi di tutup perban, saat itu saya hanya merasa agak pening sebentar. Beberapa saat kemudian saya dituntun lagi menuju kursi roda yang sudah disediakan, yang kali ini saya rasakan perlu dan nyaman tinggal duduk saja membawa saya ke ruang rawat inap. Beberapa saat kemudian saya diberi suntikan antibiotika dan anti radang. Sebenarnya setelah beristirahat sekitar setengah jam, saya sudah diijinkan pulang untuk sore harinya kembali lagi diberi suntikan yang diperlukan, tetapi untuk kepraktisan, saya tunggu saja sampai jadual suntikan bisa diberikan yaitu sekitar jam 3 sore. Demikianlah, selesai disuntik, menyelesaikan urusan admnstrasi pembayaran dan pesan dokter agar kembali lagi besok paginya, saya pulang kerumah. Tidak ada kewaspadaan khusus yang harus saya patuhi, umumnya secara logika tentulah harus demikian, antara lain tidak boleh kemasukan air, kena sabun, mengucek-ucek mata, membungkuk terlalu dalam dll. Selama dirumah mulai sore, malam hari, tidur, sampai pagi harinya saya tidak merasa ada sesuatu yang mengganggu, hanya terasa agak gatal saja pagi harinya. Malam itu sebenarnya saya sangat ingin sedikit menggeser perban yang menutup mata saya rapat sekali, untuk sekadar men tes hasil operasi, tapi rupanya perban menutup sangat rapat, saya gagal mencari celah, akhirnya saya pikir OK lah besok saja, sedikit kesabaran sekitar 10 jam an.
Sesuai pesan dokter, keesokan harinya sekitar jam 07.30 pagi saya sudah hadir kembali di rumah sakit. Masuk keruang praktek dokter, inilah saat yang saya tunggu yaitu melepas perban. Begitu perban di lepas, byar, saya merasa obyek seputar ruang praktek begitu terang. Selama sekitar satu tahun praktis melihat dengan satu mata, dengan dua mata saat itu, saya melihat kedalaman suatu obyek menjadi begitu nyata. Selanjutnya kondisi hasil operasi diperiksa lagi dan dilakukan pengetesan melihat jauh dengan membaca huruf berbagai ukuran seperti di toko kacamata, disini ternyata saya mampu membaca sampai dengan ukuran diatas huruf yang terkecil, kondisi yang dianggap sangat bagus. Berikutnya saya diberi resep obat tetes mata antibiotika dan anti radang, sedangkan mata saya yang habis operasi dibiarkan terbuka tidak diperban. Sebagai pilihan saya boleh menggunakan semacam kaca bundar yang bening, dibeli diapotik untuk menutupi mata, untuk mencegah debu masuk. Selama perjalanan pulang tiada henti saya memandang jalan, bangunan, pohon dan lain2 yang terlihat lebih jernih dan betul betul nampak kedalaman atau perbedaan jarak antar obyek. Hari ini adalah hari ketiga setelah operasi, rasa gatal yang sebelumnya kadang kadang timbul tidak lagi saya rasakan. Saya betul betul merasa nyaman.
Sesuatu yang saya sesali saat itu hanya, mengapa tidak lebih awal saya melakukan operasi katarak ini.

Ilustrasi :

penglihatan mata yang normal :

bayangan pada mata normal

Awal katarak :

Katarak awal

Sebelum operasi :

berat.jpg

About these ads

96 Responses to “Pengalaman Operasi katarak”

  1. purnawan said

    Wah, ciamik,ternyata operasi katarak sangat simple, apalagi kalau dibandingkan dengan hasil yang dicapai setelah operasi. Saran : bisa di info biayanya hehe….

    • nama saya ronny santoso saya mau bertanya setelah melakukan 3 hari paskah operasi catarak mama saya belum bisa melihat seperti biasa dalam keadaan normal.. tindakan apa yang harusnya saya ambil?? trims

      • dwiswn said

        Maaf saya baru buka blog pak. Mengenai mama anda, gimana hari ini..? Semoga sudah ok ya. Untuk kasus2 tertentu terutama 10-20 tahun lalu dimana peralatannya belum secanggih dan se akurat yg sekarang, kadang2 lensa yg ditanam tidak terlalu tepat ukurannya shg harus memakai kacamata. Beberapa kasus lain memerlukan perawatan tambahan yg detailnya saya kurang begitu paham pak, antara lain ada yg disebut harus di “yag laser” dll. Hal ini tidak berbahaya dan sudah biasa dilakukan. Ada bapak dari teman saya yg ketika operasi katarak, ke dua-duanya memerlukan penanganan lanjutan dan sekarang sudah ok. Jadi yg penting mengikuti petunjuk dokter.

  2. dwiswn said

    Thanks for the response. As it is written above (maybe not clear enough to see… my mistake), the cost was 8.2 million rupiahs, compared to Singaporean hospital this amount could be twice to four times.

  3. Mas Nanang said

    Dear Mas Dwi,

    Syukur kalau operasinya sudah sukses dan bisa melihat seperti sediakala, cuma saya mau tanya
    1. Kira-kira umur berapa rata2 yang kena katarak..?
    2. Sekarang menggunakan kacamata khusus atau sama seperti sebelumnya..? minusnya tambah atau plusnya.

    Salam,
    Nanang

  4. dwiswn said

    Dear Mas Nanang,

    1. Mengenai umur rata2 kena katarak, menurut dokter mata yang yang memeriksa saya, sesorang kena katarak seperti layaknya rambut ubanan, jadi tidak tentu. Saya sendiri usia 50 an sudah kena katarak (kasus sangat kecil), diduga oleh dokter, selain karena penuaan, dulunya mungkin mata kanan saya ini pernah kena trauma, ini ditunjang dengan kondisi mata kiri saya yang masih bersih, sementara kalau kataraknya semata-mata karena aging, kalau salah satu mata kataraknya sudah matang, kondisi mata yang satunya setidaknya sudah ada sedikit kekeruhan.
    2. Idealnya untuk melihat jauh tidak memerlukan kacamata, sementara itu untuk melihat dekat atau membaca tetap membutuhkan kacamata plus.

  5. Budiarto said

    Dwi, syukur sudah sukses operasinya, semoga segera sembuh total dan lebih segar dari mata bayi. Jangan-jangan malah bisa tembus kain, wah gawat…Tp kalau bisa cukup tembus kain saja, jangan sampai tembus kulit, malah nggilani…

    Terima kasih infonya.

  6. dwiswn said

    Dear Bud,

    Terima kasih atas simpati dan intermeso nya…..hehehe…..anda betul juga.

    Salam untuk keluarga.

  7. Mary said

    Dear Dwi,
    Kakak ku juga baru operasi bln Mei lalu dan sukses, operasinya di JEC, kemudian wkt operasi katara ketahuan retinanya retak dan 2 minggu lalu di Laser argon, dan sekarang sdh ok…
    Selamat ya Dwi menikmati ciptaan Tuhan dengan lebih indah….
    Salam,
    Mary

  8. dwiswn said

    Dear Mary,

    DearMary
    Betul sekali saya sekarang lebih sangat menikmati ciptaan Tuhan dengan lebih indah, terima kasih.
    Mengenai retina, karena usia saya yang “baru” 50 an (sebenarnya termasuk jarang sudah terkena katarak) ditambah dengan kondisi mata kiri (yang sehat) ternyata masih bersih/jernih sehingga dikawatirkan mata kanan saya ada kelainan lain, saya juga dirujukkan ke dokter mata sub retina, beruntung ternyata masih OK. Saya juga ikut dan bisa merasakan kebahagiaan kakak anda.

  9. sidi said

    Wah selamat dan syukur cak, sampeyan wis iso nyawang padang howo maneh, saiki terang benderang ya? Slametane kudu sing imbang, nek perlu ngajak aku nang XO suki, he..he. Tapi nek mlaku2 karo bojo sampeyan sing ati2, nek ana wong wedok ayu aja mentheleng kaya cameraman mengko dikudang bojo sampeyan. Tapi nek mlaku2 ijen bolehlah sampeyan pelajari perbedaan sebelum dan sesudah operasi, mulai dahi,alis, bibir, dst. Eiit cari perkara! Kapan pul kumpul?

    sidi

  10. dwiswn said

    Halo Mas Sidi,
    Terima kasih atas intermezzo nya.
    Nek soal ke XO suki, ..hehe…lha tinggal di runding waktunya saja.
    Sekali lagi maturnuwun.

  11. Isnan said

    Hallo Mas Dwis
    Saya disarankan oleh dokter untuk operasi Phaco.
    Setelah membaca tulisan pengalaman Anda ini, saya menjadi lebih berani menghadapi operasi katarak ini.

    Terima kasih dan Salam,

    Isnan
    Serpong Tangerang

  12. dwiswn said

    Halo juga mas Isnan,
    Silakan segera melakukan operasi saja, mas, semoga sukses dan lancar. Hingga saat ini (Agustus 2008 hasil operasi sangat OK, bahkan saya rasakan lebih terang daripada lensa mata saya yang satunya, yang asli. Komentar kawan saya, lha iya pak Dwi, khan lensa mata anda yang asli sudah dipakai lebih dari 50 tahun!…hehe..

  13. AiQriE said

    Halow Om Dwi

    saya Ai
    saya kena katarak udah dari masi bayi. saya cari2 artikel mengenai katarak, ternyata dari bayi pun mememang bisa terjangkit katarak.. klo smisalkan sperti itu, apakah oprasi yang Om lakukan bisa juga untuk saya yang terkena dari bayi ini??? saya uda pernah oprasi d luar negri pas umur 5 thn, tp sampai skrg mata kanan saya tidak bisa mlihat (bisa liad,tapi buremny bukan maen).. saya juga pengen liad dunia sperti yang om liad..apa lagi saya masi 19 thn..hiks

  14. dwiswn said

    Dear Ai,

    Wah, usia anda yang masih muda banget, sebaiknya cepet2 aja konsultasi ke dokter mata karena pihak beliau2 inilah yang paham mengenai hal itu. Jangan tunda2lagi ya, prinsipnya mumpung masih muda, berbagai hal yang perlu penyehatan baiknya segera dilakukan. Kalau udah tua, wah bisa muncul berbagai kondisi2 degeneratif seperti darah tinggi, diabetes, dll., yang pastinya bisa mengganggu bahkan menghambat proses penyembuhan. OK ?

    Salam,

    Dwi S.

  15. Erizal said

    Hallo Mas Dwis

    Saya berencana segera operasi katarak, tapi saya dibingungkan jenis lensa tanam apa yg harus saya pilih. Dari 4 macam lensa saya disarankan pilih Lensa Monofokal Aspheric atau Lensa Multifokal. Boleh tahu lensa tanam yg mas dwis pakai type apa ?
    Dilihat dari biayanya sepertinya bukan yg Aspheric, karena biaya Aspheric sekarang 8.2jt yg seharusnya lebih rendah pada 2thn lalu.

    Salam
    eri

    • dwiswn said

      Halo juga mas Eri,
      Perihal type lensa yang ditanamkan, wah, saat operasi yang lalu tidak diberikan alternatif type lensanya. Boleh jadi adanya kemajuan teknologi lewat 2 tahunan ini sudah ditemukan type lensa yang lebih baru. Perkiraan saya ( maaf lho, ini hanya perkiraan, dari nama type lensa yang mas Eri sampaikan) lensa tanam pada saya adalah yang type monofokal gitu ya, sedangkan yang type multifokal, mungkin type lensa yang berkemampuan merubah jarak fokusnya. Yang tahu persis mengenai hal ini tentunya adalah dokter anda sendiri ya mas Eri. Kalau sudah dapat pencerahan , mohon berbagi disini ya mas.
      Terima kasih dan sukses selalu.

      Salam,

      Dwi S.

  16. fakih said

    sy achmad fakih bulan maret ini akan operasi meski msh takut tp mata sy dah parah bgt mas..sy gak pernah operasi jd rada takut tp lensa yg diatwarkan sekitar 13,5 juta satu bukan 8,2 krn untuk multifokal di JEC

  17. fakih said

    byw sy kerja di depan komputer 10 jam sehari apakah akann terpengaruh matanya setelah dioperasi mohon dibagi pengalamannya..hp sy 081311229736

  18. dwiswn said

    Mas Fakih,
    Rasa takut awalnya pasti ada, demikian juga saya dulu, Kenyataannya saya merasa “rugi”, akibat rasa takut, nggak segera kedokter memeriksakan diri. Nah supaya mas Fakih nggak rugi seperti saya, sebaiknya segera operasi saja. Yang penting berbagai persyaratan awal seperti kadar gula darah, kondisi tekanan bola, dll., sesuai persyaratan dokter haruslah terpenuhi.
    Mengenai biaya, menurut saya ada kenaikan merupakan hal yang wajar, selain sebagai upaya penerapan kemajuan teknologi yang makin canggih yang pastinya makin nyaman dan aman, salah satu penyebab lainnya mungkin melemahnya nilai rupiah terhadap USD, sementara itu lensa tanam, dll., bukankah merupakan “komoditas impor”.
    Mengenai pengaruh kerja di depan monitor, spesifik bagi yang pernah operasi katarak, pastinya saya kurang tahu. Berbagi pengalaman, sejauh ini saya tidak merasakan adanya gangguan yang khas terhadap mata kanan/implant dan yang kiri/normal. Untuk kesehatan dan kenyamanan, saya sudah meninggalkan monitor CRT dan beralih ke LCD.

    Salam,

    Dwi S.

  19. fakih said

    mas dwi aku dah operasi dan br aja 7 hari ya mudah2an sih kerja di dpn komputer gak apa apa ya..aku pgn operasi dua duanya tp nunggu beberapa bulan lagi deh…makasih ya supportnya,.

  20. fakih said

    mas dwi aku dah operasi katarak 2 maret lalu alhmadulillah lancar..makasih ya suportnya tapi aku masih harus operasi satu lagi

    • dwiswn said

      Mas Fakih,
      Maaf lama menanggapi, terlambat liat adanya email mas Fakih.
      Wah, saya ikut senang nih dengan kelancaran operasinya mas Fakih. Pengalaman saya sejauh hampir 2 tahun operasi ini, untuk komputer-an ya baik2 aja kok mas. Untuk kenyamanan baiknya pakai monitor LCD aja, lebih ndak gampang cape.
      Awal-awal sesudah operasi, yang perlu diperhatikan adalah kewaspadaan kemungkinan terjadinya infeksi, jadi ada baiknya sementara ini kita jadi “orang penakutan dan sok bersihan” gitu, juga ikuti terus saran dokter lho mas. Kalau ndak salah saya dulu diberi obat tetes mata yang utamanya adalah pencegahan infeksi, dengan dosis makin lama makin rendah, kira2 3 bulan.

      Salam makin terang dan makin padang !

  21. fakih said

    tapi apakah infeksi itu berbahaya karena obat tetes mata sy dah habis kt dokternya kontrol sebulan lagi..mas..mataku merah hari ini apa mungkin infeksi apa kurang tidur ya..rencananya jelang akhir tahun aku operasi satu lagi mas…makasih bgt yaa

    • dwiswn said

      Mas Fakih,
      Menurut saya ada baiknya mas Fakih periksa kembali ke dokter walaupun belum genap satu bulan, terutama karena obat tetesnya sudah habis. Biasanya dokter menyarankan periksa ulang sudah disesuaikan dengan pas habisnya obat, sedangkan pada Mas Fakih, mungkin cukup aktip dan rajin meneteskan sehingga belum jadualnya balik, obat sudah habis.
      OK?.

  22. TEGOR said

    Terimakasih buat Mas DWis. ini yang telah memaparkan pengalamannya dengan sangat gamblang mengenai operasi kataraknya membuat saya yang mungkin sebenatr lagi akan menjalaninya terasa mendapat pencerahan batin siap mental.
    Cuma kalau anda berkenan bisalah kirannya anda ceritakan mengenai bahan dasar apakah lensa pengganti tersebut dibuat.menurut imaj saya kok terus jadi diganti lensa plastik atau apa itu yang berkonotasi negatif bermata beling atau mata serupa benda yang bagaimana hukumnya dilihat dari sudut kacamata agama terkait halal dan haramnya.
    mohon maaf kalau pertanyaannya agak membingungkan.

    • dwiswn said

      Yth Mas Agung,
      Mohon maaf sebelumnya bahwa saya tidak mengetahui secara detail mengenai bahan maupun implikasi atas penanaman lensa ini dari sisi hukum maupun agama. Terus terang hal ini merupakan suatu pemikiran maupun hal baru yang boleh jadi ada baiknya untuk diketahui banyak kawan-kawan lain yang berencana melakukan implant. Adapun saya sendiri pada saat itu hanyalah berpedoman kepada banyaknya populasi pengguna serta dari sisi reputasi badan dan pelaksana operasi tersebut.

  23. asti said

    Mas, mau tanya nih
    Ayah sy baru operasi katarak, dg menanam lensa juga, tapi udah 10 hari yg lalu. Tapi sampai hari ini matanya masih meradang-merah, sama dokter cuma dikasih obat tetes mata saja. Dan kadang masih terasa agak mengganjal. apakah lensanya tidak pas ? Atau perlu konsul ke dokter lain ?
    Thanks.

    • dwiswn said

      Mbak Asti, maaf sebelumnya saya lambat merespon. Perihal kondisi ayah anda, tentunya dokter anda yang paling tahu karena berbagai data kondisi ayah anda mulai sebelum, selama maupun sesudah operasi pasti nya sudah ada record nya, dengan demikian apa yang telah di lakukan dokter yang bersangkutan tentulah merupakan langkah yang paling baik sehingga saya kira kurang tepat untuk berpindah dokter.

  24. Andreas said

    Mas Dwis ikut nanya
    Kakek saya(lk 78thn) kurang lebih 1 thn ini agak kurang penglihatannya, dan seminggu yang lalu kami bawa periksa ke dokter (dokter mata tentunya).
    Hasil analisa dokter tenyata kakek terkena Katarak dan disarankan Operasi.
    Setelah macam2 upaya untuk merayu kakek agar mau dioperasi dilakukan, 2hari yang lalu kakek bersedia dioperasi.
    Yang jadi pertanyaan biayanya 5jt,sementara anda menyebutkan 8,2jt?
    Apakah operasi katarak tidak harus mengganti lensa mata?
    kalau harus ganti kenapa biayanya beda jauh?
    Sebagai info aja rumah sakitnya Hidayatullah Jogjakarta,
    Rencana operasi nanti malam pukul 21.00.
    mohon doanya mas biar lancar.
    Trim,s

    • dwiswn said

      Mas Andreas,
      Senang sekali akhirnya kakek anda bersedia operasi. Yang perlu diperhatikan sebelum operasi adalah “menormalkan” berbagai parameter seperti tekanan darah, kadar gula, jantung dll., dalam hal tentulah dokter anda yang lebih tahu.
      Mengenai biaya saya kira tidak selalu “berbanding lurus” dengan hasil maupun kualitas yang akan diterima. Kebetulan saja saat itu saya dikenai biaya sejumlah tersebut, sementara itu pasien disebelah saya hanya mengeluarkan biaya sekitar separuhnya, dan saat bertemu kembali untuk kontrol beberapa hari kemudian hasilnya juga baik-baik saja. Berbedaan biaya ini kelihatannya disebabkan penerapan teknologi yang dipakai. Teknologi yang lebih lama biasanya mengharuskan adanya sayatan yang relatif panjang sehingga memerlukan jahitan, selanjutnya dengan adanya kemajuan teknologi, sayatan tersebut makin pendek dimana pada saat saya melakukan operasi katarak yang lalu hanya sekitar 2 mm yang tidak memerlukan jahitan. Kabarnya teknologi yang terbaru hanya memerlukan sayatan 1 mm saja!
      Mengenai lensa mata, seseorang yang melakukan operasi katarak adalah mengganti lensa mata yang sudah keruh dengan lensa buatan yang baru, jadi saya kira anda tidak perlu ragu bahwasanya adanya perbedaan biaya tersebut timbul kekawatiran lensa mata kakek anda hanya “diservis” saja, tidak diganti yang “brand new”.
      Akhirnya kami sekeluarga mendoakan agar operasi katarak kakek anda dapat berjalan dengansukses dan lancar, amin.

  25. kwok said

    salam kenal mas dwi
    satu setengah bulan yang lalu penglihatan saya berkabut, trus saya coba bawa ke dokter mata. ternyata di vonis kena katarak. tapi kata dokter masih ringan dan belum membutuhkan operasi. tapi perasaan saya memang sangat mengganggu sekali. berkaitan dengan umur saya masih 30 tahun. memang saya lihat dari berbagai macam sumber katarak bisa berasal dari mana saja. dokter juga pernah bertanya pada saya apakah saya pernah jatuh atau kecelakaan. mungkin pernah juga pada saat saya main futsal. yang saya heran kena katarak kok bisa langsung, tidak bertahap seperti yang disampaikan dokter. akhirnya saya mencoba berobat alternatif pengobatan mata tanpa operasi. sekarang sudah berjalan satu bulan, tapi belum ada perubahan yang signifikan.
    harapan saya mungkin kalau ada rekan-rekan yang mengetahui pengobatan tanpa operasi yang sudah berhasil katakanlah pasiennya sembuh mungkin kita bisa sharing.

  26. operasikatarak said

    boleh saya kasih info kebetulan saya marketing di salah satu klinik Spesialis mata, mungkin info ini bermanfaat bagi kita semua bisa klik:

    http://operasikatarak.wordpress.com/

    http://operasikatarak.wordpress.com/2009/08/10/operasi-katarak-murah/

    sekedar bagi info aja
    terimakasih

  27. Wahyudi said

    Barusan ini orang tua saya juga operasi katarak dengan dr. Widodo Purnomo sp.m. di Rumah Sakit ‘Adi Husada’ Surabaya. Biaya operasi Rp. 5 juta. Hasilnya sangat memuaskan. Orang tua saya sekarang bisa melihat dengan jelas.
    Terima kasih kepada bapak dr. Widodo!

  28. Faisal said

    Assalamualaikum Wr Wb
    Mohon doa, saya tanggal 4 Maret 2010 Insya Allah akan melakukan operasi katarak, semoga berhasil baik dan lancar, seperti yang telah Allah SWT berikan kepada Bapak. Amin

  29. budhi said

    seharusnya tidak perlu semahal itu. jangan dibandingkan dengan singapora donk. pendapatan kita kan jauh di bawah.
    hemat saya, kalau punya alat canggih mengapa tidak di optimalkan saja, misalkan 50% dari harga sekarang. nah tentu pasien akan banyak datang, rakyat senang, dokter ada manfaat. daripada biaya mahal, banyak rakyat takut,, bukan manfaat malah mudarat..

    jangan kuatir, pasti alat itu bisa balik modal cepat koq. kenapa sih kita ini lebih sayang alat daripada sumber daya manusia.
    kalau toh alat itu terlalu sering dipakai dan aus, kan pemerintah bisa beli lagi. dari pada rakyat di kasih alat yang sudah jadul.

    hayo pertimbangkan nilai nilai ini. masak SDM dikalahkan mesin..

  30. maemunah said

    ass.wr wb
    mohon kalau sekarang biaya op katarak sekitar berapa ya,….makasih.

  31. Umarudin said

    Ya syukur tp apa benar-benar nggak ngeri wakktu lihat pusau atau gunting yg tembus pandang mata kita,krn sy juga kena katarak umuur 40 thun ini yg kiri,dan takut dioprasi lho!

  32. Umarudin-Tambun said

    Sy bangga dengan fasilitas RS yg memberikan fasilitas operasi katarak,dn dlm jangka waktu pendek bs langsung byar,Tp tolong informasikan daerah bekasi utk oprasi katarak RS apa ya tq banget atas infonya!

  33. ana asniah said

    ibu saya baru aja operasi katarak gratis tp anehnya kenapa hrs di operasi berulang2 ya sampai lebih dr 1 kali.utk operasi yg ke2 kata dokter ada yg ketinggalan n utk operasi yg ke 3 ada yg bergeser.utk operasi yg ketiga belum dilakukan.apa hrs di operasi lagi ya.tp ibu saya msh meraskan ada yg mengganjal di matanya.mohon masukan dan sarannya

    • dwiswn said

      Dear Ana asniah
      Perihal ibu anda, mohon maaf saya tidak bisa memberikan pendapat apalagi terkait medis mengingat pengalaman saya hanyalah sebagai pasien saja. Sekadar saran, ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter lain guna mendapatkan second opinion. Sebelum berkonsultasi, sangat penting anda kumpulkan berbagai data secara rinci, tanpa opini tentunya, OK ?
      Semoga lancar ya.

  34. egga said

    allahuakbar ..meneteskan air mata..sungguh ya alloh sehat itu beharga

  35. terima kasih banget mas atas infonya, sangat bermanfaat, klo buat anak muda kira2 bisa kena katarak gak?

    • dwiswn said

      Mohon maaf lama ga konek internet pake PC sehingga ga liat komen mas. Katarak sebenarnya merupakan proses alamiah, seperti halnya rambut yang menjadi putih beruban karena berjalannya usia. Sekadar dari hasil baca-baca, mestinya anak muda, normalnya ga bisa katarak mas, kecuali ada permasalahan kesehatan atau kena trauma dari luar. Kira-kira gitu mas, adapun lebih detailnya mungkin mas bisa mendapatkan informasi dari dokter spesialis mata tentunya.
      Terima kasih.

  36. Jimmy said

    Salam kenal mas dwi,
    Saya mohon informasi nama dokter yg mas Dwi pakai, sebab istri saya juga akan operasi katarak di Undaan. Cuma kita binggung karena terlalu banyaknya dokter yg praktek di Undaan. Mohon bantuan informasinya. Terimakasih,

    • dwiswn said

      Salam kenal balik Mas Jimmy,
      Mengenai dokter yang melakukan operasi saat itu adalah dr. Farida Moenir. Semoga beliau masih berdinas disana mas, karena ga terasa sudah 3.5 tahun saya operasi katarak, dan alhamdulilah baik-baik saja hingga saat ini.
      Saya ikut mendoakan semoga operasi katarak isteri mas Jimmy bisa berjalan dengan lancar dan sukses.
      Terimakasih kembali.

  37. Jimmy said

    Ok terimakasih banyak atas informasinya mas. Semoga tambah sukses selalu.

  38. jon said

    tanggal 26 mei ibu saya dioperasi katarak dengan biaya 8,5jt belum termasuk obat dan biaya inap(dokter mengatakan harga segitu karena memakai lensa yang bagus)
    ibu saya berumur 67 tahun.tapi sampai hari kedua pasca operasi,mata yang telah dioperasi tampak masih ada selaput putih.ibu sayapun belum merasakan perbedaan pasca operasi mata,saat dites membaca layaknya tes kacamata.ibu saya tidak mampu membaca tulisan yang kecil
    menurut kata dokter harus menunngu proses 3 bulan agar mata dapat melihat dengan baik(membaca tulisan kecil.
    apa menurut rekan sekalian operasinya berhasil(memang proses penyembuhannya kayak begitu) ato ada masalah.
    thq

  39. bombom said

    mas…..
    saya divonis kena katarak karena trauma bkn krn faktor usia.
    mgkn bisa info sedikit, apakah ada bermacam-macam jenis / merek lensa untuk katarak sprt carlzeiss dll, nah yang mas pakai ini merek apa? kemudian bagaimana keadaan mata kanan nya saat ini? mengingat waktu operasi yang sudah hampir 4 tahun…Trimakasih

    • dwiswn said

      Yth Mas Bombom : Mengenai merek dari lensa implant saya adalah merek AMO (Advanced Medical Optics). Pemakaian merek tersebut bukan merupakan pilihan atau diberikan alternatif dari beberapa merek yag disediakan, dan alhamdulilah hingga saat ini baik-baik saja.
      Semoga operasi katarak mas Bombom berlangsung dengan lancar dan sukses..

  40. Terima kasih tulisannya
    Sy beberapa hari lg akan operasi katarak.
    Yg jelas sy semakin yakin ingin dioperai, dulu sy selalu menunda2 karena sy anggap kataraknya blm matang. Setelah membaca tulisan Mas Dwi, sy jg semakin yakin lg. Terima kasih atas tulisan pengalamannya, doakan operasikatarak sy lancar dan sukses.

  41. Agus said

    salam kenal pak…
    beberapa bulan yang lalu saya di vonis katarak dan dianjurkan untuk operasi.. tapi saya masih ragu – ragu..karena saya taku ada efek samping di kemudian hari..apakah selama 4 th ini bapak merasakan efek samping…atau ada efek dari lensa tanam…? sekian terima kasih
    salam… agus

    • dwiswn said

      Salam kenal juga pak..
      Mengenai efek jangka panjang..alhamdulilah sampai hari ini, betul kata Bapak sudah 4 tahun, baik-baik saja pak.
      Adapun mengenai kondisi Bapak, kalau memang sudah dianjurkan operasi oleh dokter sebaiknya segera saja pak. Semoga (dan saya yakin banget) operasinya akan berjalan dengan sukses…

      • agus said

        Ythm Bp. Dwi
        Atas suport dari Bp. Dwi akkhirnya tanggal 25 januari 2012. dua hari kemudian saya di suruh kontrol dan ternyata lensa tanam bergeser sehingga harus segera reopersi kembali dan alhamdulillah lancar kemudian esok harinya diperiksa lagi dan alhamdulillah baik.. Tapi setelah perban di buka pandangan saya masih burem.. Menurut dokter terjadi karena mata masih memar.. Sehingga diberilan obat tetes anti memar..namun setelah 5 hari ini pandangan saya masih belum jernih atau masih burem.. Menurut pengalaman Bp. Dwi apakah sehabis operasi langsung terang atau butuh waktu untuk menjadi jernih dan terang.

        Terima Kasih
        Salam
        Agus

  42. pts jateng said

    pts jateng…

    […]Pengalaman Operasi katarak « Dwiswn’s Weblog[…]…

  43. Agus said

    Amien… Terima kasih atas penjelasannya pak..Dwi

    Setelah membaca tulisan Bapak saya jadi yakin untuk segera melalukan operasi

    Salam. Agus

  44. anie said

    terima kasih untuk blognya ,, bermanfaat bgt buat saya ..

    adik saya (18th)1 minggu lalu di vonis dokter katarak yg sudah matang , padahal adik saya baru mengeluh sakit itu 2bulan terakhir .. sampai2 dokter bingung dgn umur yang masih muda bisa terkena katarak .. katanya adik saya sih kepalanya pernah terbentur , dan di tanya kedokter tidak ada pengaruh ke matanya .. minggu depan rencana akan di operasi di RS Fatmawati , semoga berjalan lancar :)

  45. Herman said

    Terima kasih tulisan ini banyak memberi penjelasan positif. Saya sdh hampir setahun oleh dokter terkena katarak, sy ragu dan agak takut sih, tapi mau tanya apakah pantangan pasca operasi seperti gak blh mengucek mata, tdk boleh membungkut dll. apakah hanya waktu tertentu pantangan ini atau selamanya harus ditaati?

    • dwiswn said

      Pak herman yth.,
      Mengenai pantangan pasca operasi katarak seperti larangan mengucek mata, membungkuk, membawa beban berat dll., seingat saya bukan sebagai pesan khusus atau pantangan dari dokternya langsung. Mungkin berbagai larangan tersebut sebagai “warisan” pasca operasi katarak 20-30 tahun lalu ya…, walaupun demikian, di hari2 awal pasca operasi, saya juga ikutan mematuhi larangan tersebut…khan ga sulit juga ya…hehehe..
      Yang perlu di perhatikan di awal pasca operasi adalah kebersihan dan berbagai hal lain terkait pencegahan terjadinya infeksi…ini yang penting pak..
      Adapun apabila di bulan-bulan berikutnya sudah dinyatakan OK oleh dokter, kita bisa beraktifitas seperti biasa layaknya mata normal.
      Kalau parameter hasil pemriksaan lab sudah OK, sebaiknya segera operasi saja pak, rasa takut tentu wajar saja, tetapi apabila di tunda-tunda, usia kita khan bertambah terus, yang berakibat makin membesarnya peluang penyakit degeneratif seperti tekanan darah, jantung, kholesterol, gula dll…Begitu ya pak..
      Salam…

  46. JuZt FeNny said

    maaf pak…saya mau bertanya
    pasca operasi katarak tersebut apakah ada pantangan yang harus dipatuhi…
    apakah benar masa penyembuhannya sampai berbulan-bulan..dan harus diperban selama itu??
    kemudian apakah mata tidak boleh menangis??apakah jika menangis mata bisa mengeluarkan darah??
    terimakasih

    • dwiswn said

      Perihal pantangan yang harus di patuhi sejauh ini setahu saya tidak ada yang spesifik, jadi sebagaimana layaknya mata normal gitu ya, yang pasti boleh-boleh saja menangis, nanti khan kurang asyik dong kalau pas nonton film drama gak boleh nangis…hehehe… dan saat menangis yang keluar tentu saja air mata biasa.
      Mengenai masa penyembuhan, apabila semuanya berjalan normal, esok harinya penutup mata sudah bisa dibuka, jadi tidak di perban sampai ber bulan-bulan.
      Rujukan utama tentulah tetap dokter mata lho…
      Terima kasih…

  47. agus said

    Yth Bp. Dwi
    Atas suport dari Bp. Dwi akkhirnya tanggal 25 januari 2012. dua hari kemudian saya di suruh kontrol dan ternyata lensa tanam bergeser sehingga harus segera reopersi kembali dan alhamdulillah lancar kemudian esok harinya diperiksa lagi dan alhamdulillah baik.. Tapi setelah perban di buka pandangan saya masih burem.. Menurut dokter terjadi karena mata masih memar.. Sehingga diberilan obat tetes anti memar..namun setelah 5 hari ini pandangan saya masih belum jernih atau masih burem.. Menurut pengalaman Bp. Dwi apakah sehabis operasi langsung terang atau butuh waktu untuk menjadi jernih dan terang.

    Terima Kasih
    Salam
    Agus

  48. agus said

    Ythm Bp. Dwi
    Atas suport dari Bp. Dwi akkhirnya tanggal 25 januari 2012.saya dioperasi.. dua hari kemudian saya di suruh kontrol dan ternyata lensa tanam bergeser sehingga harus segera reopersi kembali dan alhamdulillah lancar kemudian esok harinya diperiksa lagi dan alhamdulillah baik.. Tapi setelah perban di buka pandangan saya masih burem.. Menurut dokter terjadi karena mata masih memar.. Sehingga diberilan obat tetes anti memar..namun setelah 5 hari ini pandangan saya masih belum jernih atau masih burem.. Menurut pengalaman Bp. Dwi apakah sehabis operasi langsung terang atau butuh waktu untuk menjadi jernih dan terang.

    Terima Kasih
    Salam
    Agus

    • dwiswn said

      Halo mas Agus,
      Mengenai operasi katarak saya yang lalu kebetulan tidak terjadi pergeseran lensa sehingga besoknya bisa langsung terang. Saya ikut bersyukur bahwa operasi katarak mas Agus, walaupun terjadi pergeseran lensa tetapi telah di lakukan re operasi dengan lancar…alhamdulilah..
      Bahwa hal ini mengakibatkan penyembuhan lebih lama tentunya wajar-wajar saja mas, yang penting ikuti dengan tekun nasehat dan saran dokter..begitu ya mas Agus..
      Terima kasih…

      • agus said

        Terima kasih pak dwi..
        Berangsur-angsur saya rasakan pandangan mata saya mulai membaik cuma masih agak burem dan pecah apabila melihat objek dan masih terasa ngilu
        Blok ini sangat bermanfaat..

        Salam
        Agus

  49. Pungky said

    Mas Dwi,
    Ibu saya baru saja di operasi katarak, tapi hari kedua masih di tutup tuh……dan dia bilang gatalnya minta ampun. dan yang saya mau tanyakan adalah : sampai kapan pakai obat tetes itu ?

    • dwiswn said

      Mohon maaf saya lupa lama pemberian obat tetes mata saat itu , yang penting dan perlu diperhatikan mengenai pemakaian obat, cara perawatan dll…pastilah harus mengikuti saran dokter lho…
      Semoga ibu anda cepat pulih kembali ya…
      Salam,

  50. shrullah said

    dr.sanduk ruit
    nepal
    lihat di you tube

  51. wwwep said

    pak dwi, saya umur 30 thn sudah katarak di mata kanan (sudah cek dokter).
    namun saat ini saya lagi mengumpulkan biaya operasinya.

    yang saya tanyakan, obat tetes apa yang pak dwi pakai untuk mengatasi “kabur” untuk sementara?

    terima kasih, blog ini sangat informatif sekali.

  52. wwwep said

    pak dwi, saya umur 30 thn sudah katarak di mata kanan (sudah cek dokter). namun saat ini saya lagi mengumpulkan biaya operasinya. yang saya tanyakan, obat tetes apa yang pak dwi pakai untuk mengatasi “kabur” untuk sementara? terima kasih, blog ini sangat informatif sekali.

  53. saya baru mau coba operasi katarak untuk ibuku doakan ya semoga operasinya berjalan dengan baik dan lancar

  54. Agus said

    selamat pagi pak wien

    saya agus yang dulu sharing denga pak wien.. ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan pd pak wien

    saya sudah operasi katarak 3 bulan yang lalu pak tapi masih silau kalau menyetir malam hari..apakah bapak juga merasakan hal seperti saya

    terima kasih

    • dwiswn said

      Sejauh ini saya tidak ada keluhan seperti silau dll., coba bapak konsultasi lagi ke dokter mata. Maaf lama baru buka blog… tks pak.

  55. ariel said

    saya punya orang tua yang habis tanam lensa mata sebelah kiri,tapi kenapa masih perlu pake kaca mata
    R: PL
    L +10.00-+100×90
    ADD 275
    trim’s

    • dwiswn said

      Masih diperlukannya kacamata setelah operasi katarak tentu disebabkan masih diperlukannya koreksi penglihatan. Jadi lensa yg ditanam mungkin saja tidak “pas banget”, umumnya (sekadar dari pengamatan seputar kenalan saya saja) pada bapak-ibu yg cukup sepuh, ibu saya dulu juga masih membutuhkan kacamata minus 1 untuk melihat jauh. Terima kasih..

  56. Artikel penting: “Katarak Bisa Disembuhkan Tanpa Operasi?” – http://www.facebook.com/notes/naturally-plus-jakarta-indonesia/katarak-dapat-disembuhkan-tanpa-operasi/198920076842175

    Semoga bermanfaat, GBU.

  57. sally said

    Halo Pak Dwi,
    Ada yang Mau saya tanyakan..
    Apakah setelah operasi katarak 1 minggu, Mata akan serasa bengkak? Serasa seperti ada yg mengganjal di Bagian mata gitu Pak?

    Terimakasih

    • dwiswn said

      Halo juga bu Sally,
      Bagi saya saat itu, setelah operasi tidak merasakan sesuatu yg mengganggu gitu bu, biasa saja. Coba bu Sally periksa ke dokter mata yg mengoperasi tersebut karena hanya dokter tentunya yg lebih memahaminya.
      Semoga cepat sembuh dan selamat tahun baru…

  58. Mushy said

    Pacar saya tanggal 13 ini akan operasi katarak. Juga di rs Undaan. Padahal usianya bru 23 tahun, saya khawatir sekali. Membaca artikel ini saya merasa sdkit lega. Sem0ga kesuksesan operasi bapak juga dialami oleh pacar saya amien….

  59. Ayu said

    Bolehkah setelah operasi katarak memakai kecamata min?

    • dwiswn said

      Apabila memang diperlukan saya kira tidak ada masalah, sesuai saran dan hasil pengukuran oleh dokter, saya sendiri menggunakan kacamata silinder untuk melihat jauh. Ok..? Tks dan selamat beraktifitas…

  60. Kiki said

    Pak Dwi,
    Mau tanya, istri saya miopi tinggi dari kecil Dan Sekarang diumur 34 thn disarankan dokter di JEC jkt agar di operasi phaco krn minus Mata .
    Mau saring Aja, apakah slama ini menurut pengalaman Bapak ada efek nya tidak Dan apakah masih normal sampai saya Sekarang Dan apakah Ada keluhan… krn istri saya agak ragu ragu Dan takut utk menjalani operasi itu.terimakasih

    • dwiswn said

      Mas Kiki yth,
      Hingga hari ini sudah hampir 6 tahun kondisi mata saya yg habis operasi katarak tahun 2007 yang lalu ok-ok aja mas, normal, ndak ada keluhan, bahkan bila saya bandingkan dengan mata yg tidak operasi, mata “baru” saya terasa lebih jelas, baik untuk dekat maupun jauh. Mengenai operasinya sendiri, dengan perkembangan teknologi, alat-alat makin canggih tentunya makin ok mas. Adapun mengenai diagnose dll., ada baiknya mas Kiki mencoba mendapatkan second opinion, biar lebih mantab, baik buat isteri maupun mas Kiki sendiri. Terima kasih..

  61. Agus Jihad Santoso said

    selamat pagi pak wien

    saya agus yang dulu sharing dengan pak wien..

    berikut sharing saya
    Ythm Bp. Dwi
    Atas suport dari Bp. Dwi akkhirnya tanggal 25 januari 2012.saya dioperasi.. dua hari kemudian saya di suruh kontrol dan ternyata lensa tanam bergeser sehingga harus segera reopersi kembali dan alhamdulillah lancar kemudian esok harinya diperiksa lagi dan alhamdulillah baik.. Tapi setelah perban di buka pandangan saya masih burem.. Menurut dokter terjadi karena mata masih memar.. Sehingga diberilan obat tetes anti memar..namun setelah 5 hari ini pandangan saya masih belum jernih atau masih burem.. Menurut pengalaman Bp. Dwi apakah sehabis operasi langsung terang atau butuh waktu untuk menjadi jernih dan terang.

    Terima Kasih
    Salam
    Agus

    mau berbagi pengalaman juga, 1 tahun setelah mata kiri tersebut, sampe sekarang penglihatan saya kurang jelas..di karenakan ada nebula mata di kornea, tapi yang saya rasakan memakai lensa tanam itu sangat nyaman sekali..bagi bp/ibu, saudara yang akan operasi katarak tidak perlu kuatir..insyaallah berjalan dengan baik, 1 tahun kemudian giliran mata kana saya yang harus di operasi bulan februari 2013 di RS JEC Menteng, Operasi sore hari sekitar jam 4 berjalan singkat kurang lebih 15 menit,Alhamdulillah berjalan lancar..selesai operasi mata tidak di tutup, langsung di suruh jalan, melihat. saya begitu kaget ketika pandangan saya 5 menit sehabis operasi sangat terang dan begitu jelas, bahkan bisa langsung membaca..kontrol 1 hari kemudian tetap oke. hanya bermasalah karena tekanan bola mata terlalu tinggi di karenakan, cairan yang disuntikkan ke bola mata tida bisa keluar dengan sendirinya, normalnya bisa, kemudian di beri tetes mata, Alhamdulillah.. sdh sembuh, hingga hari ini alhamdulillah saya beraktifitas seperti biasa, menyetir malam hari, ke kantor, bersepeda gunung dll. demikian pengalaman saya, semoga bermanfaat..

    bagi yang ingin bertanya ke saya dengan senang hati saya berikan jawaban pengalaman saya operasi katarak pada ke dua mata saya..

    terima kasih Pak wien telah diizinkan nulis di blok ini

    terima kasih

    salam

    Agus Jihad Santoso

    • Cecilia said

      terima kasih sama mad Dwi and mas Agus, jadi gak ragu2 nih mau operasi mata kanan di JEC.

      trus kalo sudah 2 bulan and dah normal, apa boleh kucek2 mata kalo terasa gatal ya. and apa boleh berenang ?

  62. ratna said

    Selamat pagi Pak Agus, kalau boleh minta info pak, JEC Menteng persisnya dimana ya ?, terus biaya nya gimana pak, karena saya masih mempertimbangkan tindakan untuk katarak suami saya, terimakasih untuk infonya

  63. bumikarsa said

    syukurlah sukses operasinya yah, ini teman saya juga ikutan operasi awalnya kataraknya agak parah sekali, waktu itu kalau melihat istrinya agak kabur samar samar, tetapi selesai operasi wah kaget juga melihat istrinya ternyata sudah keriput keriput, saking terangnya peglihatan lucu juga yah

  64. edison said

    Edison padang.
    salam kenal mas . saya sudah operasi katarak kira2 tiga bulan yg lalu, habis operasi penglihatan saya sangat terang,dan bahkan bisa baca tanpa kaca mata. tapi sekarang mulai kabur lagi. dan bila membaca kadang2 ada bayangan hitam yg menghalangi. dan setelah diputar2 melihat, baru jelas kembali. dan melihat yang jauh udah kabur lagi. kenapa tu mas? mohon keterangan nya dan terimakasih.

    • dwiswn said

      Halo Pak Edison,
      Memperhatikan keluhan Bapak, menurut saya sebaiknya Bapak segera ber konsultasi ke Dokter Mata, tentu beliau lah yang lebih tahu mengenai kondisi yg ada. Begitu ya pak.
      Semoga semuanya baik-baik2 aja…

  65. juliana_LK said

    Keren, dengan berbagi pengalaman membuat kita semakin tahu. bahkan beruntung bisa membaca nya, sangat bermanfaat, sangat membantu sekali. Smoga bs menjadi contoh terutama kepada para petugas yang berkaitan (dokter dan suster).

  66. apa betul kalau setelah operasi katarak kemungkinan besar akan terkena penyakit AMD? setelah operasi katarak karena penggantian lensa juga tidak bisa melihat matrik garis lurus vertikal dan horisontal dengan baik?

    • dwiswn said

      Sepengetahuan saya, AMD terkait dengan retina sedangkan katarak adalah kekeruhan lensa mata, jadi mestinya tindakan operasi katarak atau mengganti lensa yg keruh dgn lensa baru tidak mempengaruhi retina. Walaupun demikian kedua penyakit ini umumnya memang terkait dengan lanjut usia. Untuk pastinya sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mata. Mengenai tidak bisa melihat garis tetap lurus setelah operasi katarak kok tidak saya alami, sejauh ini ok-ok aja.
      Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: